PETUNJUK-PETUNJUK DAN HADITS AGAR MANUSIA DAPAT MENCAPAI SURGA

1. ISA AS ITU JALAN YANG LURUS SUPAYA DIIKUTI

     “Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat karena itu janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus” = “Wa innahu la’ilmul lis saa’ati fa laa tamtarunna bihaa wa tabi’uuni haadzaa shiraathum mustaqiim” (Qs. 43 Az Aukruf 61)

2. ISA AS. ITU PEMBAWA TERANG SUPAYA DITAATI

     “Dan tatkalaIsa datang membawa terang dia berkata sesungguhnya aku datang membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian yang apa kamu perselisihkan tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaKu” = “Wa lammaa jaa-a ‘Isa bil bayyinaati qaala qad ji’tukum bil hikmati wa li ubayina lakum ba’dhal ladzi tathtalifuuna fiihi fat taqullaaha wa athiu’u” (Qs. 43 Az Zukruf 63)

3. IA AS. ITU MENGATAKAN PERKATAAN YANG BENAR

     “Itulah Isa Putera Maryam yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang lebenarannya” = ” Dzaalika ‘isabnu Maryama qaulal haqqil ladzi fiihi yamtaruum” (Qs. 19 Maryam 34)

4. ISA AS. ITU UTUSAN ALLAH DAN FIRMANNYA

     “Sesungguhnya Isa Almasih putra Maryam itu utusan Allah dan firmanNya” = “Inamal Masihu ‘isabnu Maryama rasulullahi wa kalimatuhu” (Qs. 4 An Nisa 171)

5. ISA AS. ITU ADALAH ROH ALLAH DAN KALIMATNYA

     “Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan firmanNya” = “Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu”  ((Hadits Anas bin Malik hal. 72)

6. ISA AS. ADALAH ROH ALLAH YANG MENJELMA MENJADI MANUSIA YANG SEMPURNA

     “”…Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya menjadi manusia yang sempurna” = “…arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa basyaran sawiyya”  (Qs 19 Maryam 17)

7. ISA AS. ITU ADALAH SATU-SATUNYA IMAM MAHDI

     “Tidak ada Imam Mahdi selain Isa putera Maryam” = “Laa mahdia illa isabnu Maryama” (Hadits Ibnu Majah)

8. ISA AS. DILAHIRKAN BUKAN DARI BAPA INSANI, TETAPI DARI ROH ALLAH

     “Ingatlah kisah seorang perempuan yang memelihara kehormatannya (Maryam) lalu Kami tiupkan kepadanya Roh Kami (Roh Allah) dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kuasa Allah) bagi semesta alam”. = “Wallatii ahshanat farjahaa fiihaa mir ruuhinaa Wa ja’alnaahaa wabnahaa ayatal lil ‘aalamiin” (Qs. 21 Al Anbiyaa 91)

9. ISA AS. LAHIR, MATI DAN DIHIDUPKAN KEMBALI

     “Dan sejahtera atasnya pada hari ia dilahirkan, pada hari dia wafat, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali” = “Wa salaamu ‘alayya yauma wulittu, wa yauma amuutu, wa yauma ub’atsu hayaa” (Qs. 19 Maryam 33).

10. ISA AS MATI, DIANGKAT DAN PENGIKUTNYA DI ATAS ORANG KAFIR

      “Ingatlah tatkala Allah berfirman: Ha Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu, dan mengangkatmu kepadaKu, dan akan menyucikan engkau dari orang-orang kafir, dan menjadikn orang-orang yang mengikutimu di atas mereka yang kafir hingga hari kiamat”. = “Idz qaalallahu yaa Isa, innii mutawafiika, wa raafi’uka ilayya, wa muthahhiruka minal ladzinaa kafaruu,a jaa’ilul ladzina tabauka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil qiyamati”. (Qs.3 Ali Imran 55)

11. ISA AS.  MENYEMBUHKAN ORANG BUTA SEJAK LAHIR

     “Dan Aku menyembuhkan orang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak, dan Aku sanggup menghidupkan orang mati dengan seizin Allah” = “Wa ubriul akmaha, wal abrasha, wa uhyil mautaa bi idznillah” (Qs.3 Al Imran 49)

12. KAFIR ORANG YANG MENOLAK ISA AS.

       “Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zinah)” = “Wa bi kufrihim wa qaulihim ‘alaa maryama buhtaanan ‘azhiimaa”. (Qs. 4 An Nissa’ 156)

Isa AS berkuasa, terkemuka di dunia dan diakhirat. Isa AS adalah jalan yang lurus, pengikut-pengikut Isa AS di atas orag-orang kafir. Jadi ikut Isa AS pasti masuk surga. Begitu pentingnya Isa AS sehingga di dalam Alquran, nama Isa AS disebut sebanyak 97 kali.

Sumber: DAKWAH UKHUWAH, P.O. BOX 1272/JAT JAKARTA 13012

TERORISME TAK PENGARUHI CITRA PKS

Amirul Hasan – Okezone

JAKARTA – Dua buronan polisi dalam kasus terorisme, Saefuddin Jaelani dan M Syahrir ternyata adik kandung dari politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal Kabupaten Tangerang, Anugrah. Apakah keterkaitan karena hubungan keluarga ini akan memengaruhi citra partai bergambar bulan sabit kembar ini?

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai, untuk saat ini kasus di atas belum akan memengaruhi pencitraan PKS di mata publik. “Tapi tergantung pada fakta-fakta di lapangan nanti seperti apa,” ujar Qodari dalam perbincangannya per sambungan telepon dengan okezone, Selasa (25/8/2009).

Menurut Qodari, ideologi yang dianut oleh PKS selaku partai politik dengan kelompok teroris itu sangat jauh berbeda. Pertama, PKS percaya dengan konsep nation state (negara kesatuan), sedangkan terorisme tidak. “Mereka ingin mendirikan Daulah Islamiyah yang tidak dipisahkan dengan sekat-sekat geografis,” terangnya.

Selain itu PKS selaku partai politik tentu percaya dengan koridor demokrasi. Hal ini terbukti PKS mengikuti proses pemilu dan ikut serta dalam pemerintahan. Ketiga, karena PKS percaya menganut sistem demokrasi, maka PKS percaya pada proses politik nonkekerasan. “Jadi secara kepartaian mereka berbeda ideologi,” nilainya.

Setidaknya, dengan keterangan pers yang dilakukan oleh PKS dan Anugrah kemarin, memberikan kejelasan bagi masyarakat bahwa PKS dan Anugrah sendiri tidak sependapat dan mengutuk aksi terorisme. “Toh hingga sekarang Anugrah tidak ikut bersalah kan, selain itu mereka (Saefuddin dan Syahrir) juga bukan eksponen ataupun pengurus PKS,” pungkasnya. (ram)

(mbs)

Sumber: http://news. oke zone.com/index.php/ReadStory/2009/08/25/1/250998/terorisme-tak-pengaruhi-citra-pks

 

TERORIS SALAH MENAFSIRKAN JIHAD DALAM AL QUR’AN

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarno (kanan) menunjukkan empat buron teroris (dari kiri ke kanan) Ario Sudarso, Mohamad Syahrir, Bagus Budi Pranoto dan Syaifudin Zuhri.
Kamis, 20 Agustus 2009 | 10:32 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Sosiolog keislaman, Prof Dr Nur Ahmad Fadhil Lubis, menyatakan, terjadi salah penafsiran terhadap ayat Al Quran dan hadis tentang jihad yang dilakukan kelompok teroris sehingga menjadikannya sebagai landasan aksi.
    
“Namun, ada juga kemungkinan jihad dijadikan kambing hitam untuk membenarkan aksi terorisme,” katanya di Medan, Kamis (20/8).
    
Menurut Fadhil Lubis, dalam Al Quran dan hadis memang ada beberapa ayat yang menceritakan tentang perlunya jihad di kalangan umat Islam. Namun, dalam Al Quran dan hadis itu dijelaskan mengenai situasi seperti apa yang dibutuhkan jihad dan ajaran Islam untuk selalu menjaga kedamaian yang telah tercipta.
    
Jadi, intinya, kata dia, dalam Al Quran dan hadis ada ayat-ayat tentang ketentuan dalam suasana perang dan masa damai.
    
Diduga, kelompok yang terlibat dalam aksi terorisme itu hanya membaca ayat tentang jihad dalam perang, tetapi melupakan ketentuan lain dalam Al Quran mengenai masa damai. Namun, ada juga indikasi kelompok teroris itu menggunakan istilah jihad untuk membenarkan aksi mereka, kata guru besar IAIN Sumatera Utara itu.
    
Sayangnya, kata dia, masih ada kelompok masyarakat yang masih menerima doktrin jihad yang salah itu. Kondisi itu disebabkan banyaknya masyarakat yang pengetahuannya masih rendah, khususnya pemahaman dalam bidang agama.
    
Bahkan, kelompok di kalangan masyarakat banyak yang belum mampu membaca Al Quran, apalagi untuk menafsirkannya sehingga peluangnya besar untuk diberi doktrin yang salah. “Karena mereka tidak mampu membaca Al Quran, jadi orang lain yang membacakannya, termasuk memberi penafsirannya, ” kata Lubis.

MBK
Sumber : Antara

Hidayat Nur Wahid: Jangan Sederhanakan Teroris dengan Janggut dan Cadar

Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengimbau seluruh pihak termasuk pemerintah untuk tidak membuat stigma teroris yang dibenturkan dengan simbol-simbol keislaman seperti cadar dan janggut, sehingga tidak timbul saling curiga dan menuduh.

“Jangan sederhanakan penanganan masalah terorisme sekadar dengan formalitas jilbab, janggut dan aktifis masjid,” kata Hidayat seusai penandatanganan serah terima pengembalian aset Sekjen MPR RI dan aset pemerintahan Pemprov Jabar, di Gedung Sate, Kamis (20/8/2009)

“Karena teroris bisa berlaku dengan wajah apapun,” sambung Hidayat.

Ia menambahkan, dengan cara seperti itu justru akan makin membuat teroris menang karena merasa berhasil memecah belah bangsa, sehingga saling memunculkan rasa curiga dan menuduh di antara masyarakat.

“Kemudian buat orang takut ke Masjid dan anak mudanya memilih untuk tidak ke masjid daripada dicap teroris dan memilih hidup hedonis,” ia mencontohkan.

Hidayat mengatakan, aparat dan seluruh pihak diimbau untuk lebih berhati-hati dalam penanganan masalah teroris agar tidak muncul kecurigaan dan saling menuduh.

 
 
 
(dikutip dari Facebook)
Milis AIPI-Politik

Target Islamisasi Papua 2016

—– Original Message —–
From: Wensislaus Fatubun
To: Pineleng@yahoogroup s.com
Sent: Sunday, July 26, 2009 5:09 PM
Subject: [Pineleng] Target…Papua 2016 menjadi daerah muslim terkaya

Dari Milis tetangga

Sore ini aku mndapatkan SMS dari seseorang Pastor yang tak perlu aku sebutkan Namanya, yang jelas Beliau mempunyai hubungan yang sangat baik dengan Jaringan Nasional Kerukunan Umat Beragama di Indonesia.

Isi SMS nya begini :
“Sebuah Kapal dengan 1.500 Ulama dan membawa 55.000 Al Quran pada tanggal 29 Juli akan menuju ke Papua, mendukung Program MUSLIM PAPUA CARE dan Gerakan Dakwah di Papua. “

jika hal ini bukan sebuah isue belaka maka apa yang di targetkan oleh Saudara dari Pagar Seberang telah mulai di jalankan yaitu menjadikan Papua sebagai Daerah Misi Islamisasi dengan target 2016 Papua bukan lagi sebagai Basis Kristiani tetapi betul-betul menjadi daerah Islam yang paling kaya..

Targetnya sudah bisa di tebak, jika Papua telah beralih status menjadi basis Muslim maka dengan kekayaan yang di miliki oleh Papua maka tidak mustahil suatu saat nanti Indonesia dapat menjadi Negara Muslim terbesar di Dunia….. Kebayang gak…??????

Inilah keprihatian saya sebagai anak kelahiran Papua yang bukan Orang Asli Papua, kenapa????
Karena sampai saat ini sepertinya ancaman ini belum di sadari oleh Saudara-saudaraku yang lain, kami masih berkutat dengan bagaimana cara mempertahankan hidup untuk esok.

Ada beberapa cara yang mereka pergunakan untuk menjalankan misi mereka saat ini yang betul-betul tersamar yaitu dengan menguasai sektor ekonomi riil, kebanyakan pedagang Sembako dan Kelontong di daerah perkotaan maupun pelosok adalah Kaum Muslim, baik dari Makassar, Jawa, dan sebagian suku lain yang bau Muslim.

Ini hanya catatan kecil saya tentang bagaimana geliat usaha Islamisasi Papua 2016 telah mulai dijalankan.

Membaca email di atas, saya kemudian coba cari di google, silahkan
rekan-rekan sekalian cek tentang hal ini di:
http://iklan. eramuslim. com/2008/ papua_muslimcare /

Selama Pemerintahan SBY: 108 Gereja di Indonesia Ditutup

Salam,

Saya baru aja dikabari seorang kawan, yang memberi tahu bahwa postingan saya di sebuah milis, tiba-tiba link-nya tak dapat diakses. Berita itu judulnya “Selama SBY Presiden, 108 Gereja Ditutup” di situs okezone.com yang pernah ditayangkan tanggal 22 Desember 2007. Kini, berita itu lenyap, meski mencari dengan search di okezone.com dan google.com.

Bisa jadi, berita itu dianggap black campaign, apalagi saat ini masa tenang pemilu. Tapi, untuk apa dilenyapkan dari okezone? Saya sudah tanya ke seorang kawan, di okezone, tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Apakah ini kerjaan hacker? Ada yang bisa menjawab? (JS)

Beruntung masih ada milis yang menyimpan berita tersebut:

Selama SBY Presiden, 108 Gereja Ditutup
JAKARTA - Sekretaris Eksekutif Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Gumar Gultom mengungkapkan selama SBY menjadi Presiden RI tahun 2004 lalu sebanyak 108 gereja di Indonesia ditutup.

“Pemerintah dalam hal ini seolah tinggal diam dalam menangani kasus kekerasan agama,” kata Gumar dalam diskusi Evaluasi Toleransi Beragama dalam Pemerintahan SBY-JK di Radio 68h, Utan Kayu, Jakarta, Sabtu (22/12/2007) .

Sebagaimana diketahui, penutupan gereja yang paling marak terjadi di Bandung yang dilakukan salah satu ormas Islam.

Selain itu, kata Gumar, aparat cenderung menangkap orang-orang yang dianggap sesat, bukan orang atau kelompok yang merusak atas nama agama. “Kekerasan agama masih berlangsung karena penegakan hukum kurang dan adanya fatwa dari organisasi-organisa si tertentu,” jelasnya.

Menurutnya, kalau kejadian ini terus berlangsung dikhawatirkan sendi-sendi kebangsaan tidak bisa ditegakkan.

Courtesy: Milis Batak Cyber

 

Surat Terbuka untuk SBY oleh Rinaldy Damanik (JK – Pemimpin Teruji)

Surat Terbuka untuk SBY oleh Rinaldy Damanik

Kompasiana, 4 Juli 2009

Kepada yang terhormat,

Bapak Soesilo Bambang Yudhoyono

Di – Jakarta.

Salam hormat.

Pada tanggal 13 Juni 2009, di GOR KONI Kendari, Sulawesi Tenggara,
Bapak SBY menyatakan: “Jangan ambil resiko memilih pemimpin yang
belum teruji dan terbukti. Barangkali masih penuh dengan janji”,
(Radar Suteng, edisi 14 Juni 2009). Terima kasih atas nasehat Bapak
SBY. Kini, perkenankan kami merespons sekaligus menjawab nasehat
Bapak. Pemimpin yang telah teruji dan terbukti ialah: YUSUF KALLA.
Mengapa?

Kita pernah bertemu langsung dan berbincang-bincang mengenai masalah
Poso dan Nasional, ketika Bapak SBY menerima saya di Istana Negara
Jakarta pada tanggal 28 November 2004. Pada waktu itu saya baru bebas
dari vonis 3 tahun penjara Kasus Konflik Poso. Terimakasih Pak !

Kini perkenankan saya kembali menyampaikan hal yang tentu Bapak SBY
telah memahaminya. Kondisi Kabupaten Poso tahun 2000, 2001 sangat
sulit, termasuk dampaknya terhadap wilayah Parigi, Tojo-Una Una,
Morowali, bahkan Sulawesi dan sekitarnya. Konflik massal antar
komunitas, seakan tak mungkin terhentikan. Seorang korban Konflik Poso
menyatakan dalam bahasa Pamona: “Ri kare popaiso katuwu jamo ndariso,
Lompiu lawi marimbo, ewa damagero lino” (Js.Hokey)

Kondisi itu tentu hanya bisa dirasakan oleh masyarakat yang bertahan
di wilayah Kabupaten Poso, terutama para Korban. Setiap orang yang
masih berpikir waras, pasti sepakat mengakui bahwa peristiwa 
Pertemuan Malino Untuk Poso sangat berarti dan minimal telah
menghentikan konflik masal antar komunitas.

Benar, bahwa pasca-Malino masih terjadi peristiwa-peristiwa pilu yang
tidak terduga, tetapi Sepuluh Butir Kesepakatan Malino untuk Poso
berdampak luas terhadap perbaikan kondisi Kabupaten Poso dan wilayah-
wilayah di sekitarnya.  Bahkan Instruksi Presiden RI untuk Poso
merujuk dan didasarkan kepada isi Deklarasi Malino yang diprakarsai
dan dilakukan langsung oleh Yusuf Kalla.

Kini asam di gunung dan garam di laut kembali bertemu dalam belanga,
seperti pepatah dalam bahasa Pamona: “Podi ri buyu, bure ri tasi
wongi ri kura sangkani-ngkani”  (Js. Hokey). Komunitas Muslim,
Kristen, Hindu dll saling berinteraksi dalam damai. Jika itu tidak
terjadi, bagaimana mungkin dapat beribadah, bekerja, belajar, bergaul,
berjalan, beristirahat dengan wajar ?

Saya terlalu yakin mengatakan, bahwa tanpa penerimaan masyarakat Poso
terhadap Sepuluh Butir Kesepakatan Malino untuk Poso, akibat Konflik
Poso tidak mungkin Bupati Poso yang terpilih tahun 2005, beragama
Kristen. Apalagi soal keamanan, tekanan yang sangat kuat untuk proses
keamanan, penegakan hukum, justru didasarkan kepada Kesepakatan
Malino tersebut. 

Sepuluh Butir Deklarasi Malino membuat semua pihak bergerak, termasuk
TNI, Polri dan penegak hukum. Dari segi dana, berapa yang telah
mengalir ke Kabupaten Poso sejak konflik Poso hingga saat ini? Tanpa
kesepakatan Malino, mustahil dana yang banyak itu mengalir ke
Kabupaten Poso. Jika penyalurannya bermasalah, bukan kesepakatan
Malino yang keliru, tetapi system dan kebobrokan moralitas
pihak-pihak yang menyalurkannya.

Sangat menyedihkan, jika ada pihak-pihak yang menyatakan bahwa dia
atau partainya yang membuat Poso aman, dia yang mengupayakan dana
mengalir ke Kabupaten Poso. Pada hal, dia tidak ada di Poso pada
waktu itu, apa lagi di Malino.

Bahkan dari sisi politis, pada waktu itu Partai Politik nya pun belum
berdiri, termasuk Partai yang Bapak dirikan. Tak seorangpun yang
menganggap dirinya pahlawan. Hanya Tuhan, Allah, Yang Maha Kuasa! 
Jusuf Kalla sendiri menyatakan bahwa Pertemuan Malino adalah Amanah
Tuhan!

Pemulihan masyarakat sangat berkaitan dengan peluang dan kualitas
pendidikan. Hal ini sangat ditekankan oleh Jusuf Kalla. Oleh karena
itu, berbagai sarana pendidikan dibangun mulai dari tingkat dasar
sampai perguruan tinggi, antara lain pembangunan Pesantren Modern di
Tokorondo dan pembangunan Universitas Kristen di Tentena (UNKRIT).
Mengenai proses pembangunan Pesantren di Tokorondo, tentu saudara-
saudara Muslim yang dapat menjelaskannya secara tepat. 

Dalam konteks Universitas Kristen, dengan pola pikir dan pola
tindakan yang cepat, pada tanggal 29 Desember 2007, Jusuf Kalla
mengundang Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen GKST, Bapak Pdt.
Ar. Tobondo, MTh, Pdt. Drs.H.X.Sigilipu, Dr.H.Lumeno, di Istana
Wakil Presiden RI. Dalam pertemuan itu dibahas kebutuhan pembangunan
UNKRIT Tentena. Dana yang disetujui oleh Wakil Presiden RI (Jusuf
Kalla); Rp. 12,5 Miliar.

Pada tahun 2008, direalisasikan Rp. 7,5 Miliar. Wakil Presiden RI
memastikan bahwa pada bulan Juli 2009 akan disalurkan Rp.5 Miliar.
Dana tersebut tersentralisasi dalam Rekening Rektorat UNKRIT. Dalam
proses perjalanan pembangunan UNKRIT, Jusuf Kalla secara pribadi
memberikan bantuan dana Rp. 1 Miliar untuk pembangunan Aula UNKRIT;
dana yang telah direalisasikan Rp. 485 Juta dan sisanya akan
disalurkan sesuai dengan kemajuan pembangunan. Dari dana tersebut,
Rp. 97 Juta membantu Kantor Unkrit dan fasilitasnya.

Seluruh dana tersebut tersentralisasi dalam Rekening Yayasan
Perguruan Tinggi Kristen GKST. Bahkan dalam proses percepatan
Pembangunan Sulteng, diupayakan Rp. 4 Miliar untuk UNKRIT dan
peralatan Teleconfrens Rp. 2 Miliar. Bukan hanya itu, ketika terjadi
masalah dan kelambatan dalam penerbitan Izin Operasional dan
Pembangunan UNKRIT, Jusuf Kalla bertindak cepat dan tegas. Beliau
memanggil Dirjen Pendidikan Tinggi, Prof Dr Satryo Brodjonegoro, Juli
2007. Dan hasilnya, izin tersebut diterbitkan ! Selanjutnya,
pendampingan terhadap UNKRIT dilaksanakan oleh Dirjen Pendidikan
Tinggi yang baru: Dr. Fasli Djalal.

Di Tentena, Jusuf Kalla menyatakan bahwa beliau berharap UNKRIT dapat
berkembang seperti Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, dan
Jusuf Kalla siap untuk mengawal proses tersebut. Berkaitan dengan
itu, masalah pemindahan rumah masyarakat yang ada di Lokasi UNKRIT
adalah tanggungjawab Pemda Poso, sebab dananya telah disalurkan dari
Pusat. Ya, Bapak telah melihat langsung kondisi lokasi UNKRIT. JIKA
JUSUF KALLA TIDAK BERJIWA NASIONAL, TIDAK MUNGKIN JUSUF KALLA
MEMFASILITASI PEMBANGUNAN UNIVERSITAS KRISTEN TENTENA.

Dalam berbagai segi, wilayah Poso akan semakin “terang”. Tetapi kini
kegelapan masih terjadi, karena listrik belum memadai. Ketika, kami
berdebat soal Pembangunan PLTA di Sulewana Kabupaten Poso, dinyatakan
bahwa dalam Perjanjian, jika PLTA telah berfungsi maka PLTA Poso 2
akan menyalurkan dana konpensasi Rp. 12 Miliar per-tahun kepada Pemda
Poso dalam bentuk pajak air dan permukaan, belum termasuk Pajak
Penghasilan, belum termasuk PLTA Poso 1, Poso 3 dan listrik yang akan
didistribusi. Dana tersebut akan masuk ke dalam PAD (Pendapatan Asli
Daerah) Kabupaten Poso. Sekali lagi, dalam hal ini keadilan untuk
rakyat yang diprioritaskan, bukan kepentingan pihak tertentu.

Banyak hal yang telah dilakukan Jusuf Kalla. Siapa sebenarnya
yang telah teruji dan terbukti? Hal yang telah teruji dan hal yang
masih merupakan janji selalu bercampurbaur.  Sekali lagi, terimakasih
atas nasehat Bapak SBY menyatakan: ” Jangan ambil resiko memilih
pemimpin yang belum teruji dan terbukti. Barangkali masih penuh dengan
janji”. JAWABANNYA ADALAH: BAHWA DALAM PROSES PERDAMAIAN DI POSO,
AMBON, MALUKU, ACEH, PEMIMPIN YANG TELAH TERUJI DAN TERBUKTI ADALAH
JUSUF KALLA, sekali lagi: HANYA JUSUF KALLA !!!

Pada bagian akhir surat ini, perkenankan saya bertanya: Mengapa Bapak
SBY sebagai Menkopolkam pada waktu itu tidak hadir dalam proses
Pertemuan Malino? Mengapa hanya Bapak Jusuf Kalla yang memprakarsai
dan memfasilitasi Perdamaian Aceh di Helsinki? Meskipun Bapak Jusuf
Kalla tidak pernah meminta penghargaan, mengapa Bapak tidak
memberikan Penghargaan kepada Bapak Jusuf Kalla atas inisiatif dan
peranannya dalam perdamaian di Poso, Ambon, Maluku, Aceh dll?

Terimakasih atas perkenan Bapak merespons surat ini.

Tentena, 17 Juni 2009

Mantan Narapidana Kasus Poso

Rinaldy Damanik.

Mesale House – Jl. Dr. AC.Kruiyt No.1. Petirodongi- Tentena.

Sumber: Mlis AIPI

Para Sahabat di sekitar Boediono

 
30 Juni 2009
 
Mereka yang di sekitar Boediono
Gunanto
 
Boediono, kini tak bisa sebebas beberapa waktu lalu ketika menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia. Ia pun ‘dipaksa’ untuk menjadi politisi dalam waktu singkat. Sekarang mantan Menko Perekonomian itu juga harus pandai-pandai berkomunikasi dengan masa dan berada ditengah khayalak ramai, sesuatu yang jarang dilakukannya.
Profesor ekonomi dari Universitas Gajah Mada itu memang di kenal santun, sederhana dan kalem. Selama menjabat berbagai posisi penting di pemerintahan, Ia dikenal irit bicara. Ia pun tak pernah mencicipi menjadi politisi.
Kini, setelah menerima pinangan Susilo Bambang Yudhoyono menjadi calon wakilnya untuk bertarung dalam pemilihan presiden mendatang, mau tak mau Boediono harus ‘bersolek’. Untuk ‘mendandani Boediono’, di sekelilingnya selalu ada yang siap sedia.
Mereka ada yang berasal dari tim sukses, petinggi partai, tokoh masyarakat dan orang-orang dekat Boediono.
Dari Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono ada Rizal Mallarangeng yang setia mendampinginya. Rizal menjadi semacam juru bicara dan menkordinasikan kegiatan semua dilapangan. Dalam rangkaian kampanye Boediono ke Ende, Denpasar dan Solo yang  saya ikuti , Rizal-lah yang rajin berkomunikasi dengan pers dan mengatur kegiatan.
“Saya memang khusus ditugaskan untuk mendampingi Pak Boed,” katanya ketika berbincang-bicang disela rangaian kegiatan kampanye.
Selain itu, ada Komisaris Utama Perusahaan Pengelola Aset dan koleganya di Forum Stabilisasi Sektor Keuangan Raden Pardede yang rela meninggalkan jabatannya di pemerintahan untuk masuk ke jajaran Tim Sukses SBY-Boediono. Raden pernah dicalonkan menjadi Gubernur Bank Sentral, namun gagal. Kemudian, ada juga ekonom Universitas Indonesia (UI) yang juga staf khusus Menteri Keuangan Chatib Basri dan Staf Khususnya di Menko Perekonomian M Iksan.
Mereka bertiga turut serta dalam kampanye menemani Boediono untuk memberikan masukan terbaru, khususnya mengenai persoalan perekonomian.
Perwakilan partai koalisi yang mengusung SBY-Boediono juga tak ketinggalan. Di dalam rombongan kampanye Boediono tampak hadir politisi PAN Patrialis Akbar, Politisi PKS Mabruri, Sahar L Hasan dari PBB, Hanif Dakhiri dari PKB dan Sekjen PKPI Samuel Samson.
Orang-orang yang disebut, Rizal, sebagai ’sahabat’ Boediono pun sering menempel. Diantaranya, tampak Budayawan Goenawan Muhamad, novelis Ayu Utami dan aktivis Nong Darol Mahmada.
Merekalah orang disekitar Boediono. “Kita selalu berdiskusi dengan Pak Boed dan memberikan masukan dari berbagai bidang, ” kata Rizal.
Saat ditemui, Goenawan Muhammad mengaku memberikan masukan kepada Boediono, termasuk untuk untuk mempersiapkan debat cawapres pada 2 Juli nanti. “Feeding (masukan) yang diberikan kepada beliau banyak dari berbagai tokoh dan bagus-bagus,” katanya.
Tak ketinggalan, istri Boediono juga turut dirias. Herawati Boediono yang dikenal sederhana dan apa adanya, kini harus menerima untuk didandani.
Ketika mendampingi suaminya dalam kampanye di GOR Lila Buana dan mengunjungi Pesta Kesenian Bali (PKB) di Denpasar, Herawati yang menggenakan kebaya merah muda dipadu dengan kain batik tampil beda dengan sentuhan sedikit make up. Herawati juga mengajak berbincang masa, terutama kaum perempuan.

Strategi Baru Mafiaceli (Tim Sukses SBY): Blame to black

[dikutip dari milis AIPI Politik]

From: Isra Ramli isera12@yahoo. com
Date: Wednesday, July 1, 2009, 8:01 PM

artikel menarik dari politikana.. .
IR

———— ——— ——— ——— ——— ——— -
Blame to Black, Strategi Baru Mafiaceli

Dari Ende, Flores, Celi mengirimkan sebuah surat dengan gagah
sebagai tanggapan terhadap somasi yang dilayangkan oleh tim sukses JK
Wiranto atas pernyataan Celi yang meminta JK meminta maaf karena
beredarnya selebaran yang berisi “fitnah” tentang istri Boediono yang
Katholik pada saat kampanye JK di Medan beberapa hari yang lalu. Tentu
saja itu surat bukan sembarang surat, tampaknya sudah dipersiapkan
dengan baik bahkan mungkin jauh-jauh hari sebelum JK berkampanye di
Medan. Dalam surat itu, Celi menerangkan bahwa dia tidak akan pernah
meminta maaf karena pernyataan itu karena keyakinannya pada kebenaran.
Di akhir surat itu, sang mafiaceli menulis penuh ironi, “Persoalan
ini adalah persoalan prinsip yang melebihi persaingan politik.  Pemilu
boleh datang dan pergi, pemimpin boleh naik dan turun — tapi
prinsip-prinsip itu bersifat abadi.  Kita tidak boleh berbohong dalam
mengedarkan informasi.  Kita tidak boleh bersikap diskriminatif
terhadap penganut agama lain.  Dan kita tidak boleh melepaskan
tanggungjawab dalam perkara sepenting ini”. Wah ini luar biasa sekali, Mafiaceli berbicara tentang prinsip, saya nyaris jatuh hati padanya.

Tetapi sepandai-pandai Celi bermuslihat, akhirnya belangnya ketahuan
juga. Semua ini tidak lebih dari skenario tunggal dengan alur yang
dibikin agak membingungkan khas Mafiaceli. Bagian penting dari prinsip
politik yang keji adalah mengaburkan kebenaran dengan menimpakan semua
kesalahan kepada lawan. Mafiaceli ternyata belum lulus dari sekolah
intelijen Ohio-Langley, William “Bill” Lieddle perlu mengevaluasi
kemampuan murid kesayangannya ini. Adalah pengakuan Adi sang penyebar
selebaran pada saat kampanye JK yang menghancurkan skenario canggih
Mafiaceli. Sebagaimana diberitakan oleh Tempo Interaktif, Adi bersama
dua orang lainnya menyebarkan selebaran itu atas perintah dari tim
sukses SBY- Boediono yang dalam hal ini dikoordinasikan oleh Abdul
Wahab Dalimunthe. Maka hancurlah semua skenario indah
“Medan-Jakarta- Ende” Mafiaceli. Bila permasalahan ini ditelusuri dengan
teliti maka akan sulit bagi trio Mafiaceli untuk mengelak dari skenario
ini. Tetapi menurut saya, sudahlah tidak usah diperpanjang, kenapa
harus heran dengan cara-cara keji Mafiaceli, bukankah itu keseharian
yang kita terima begitu saja.

Blame to Black Campaign; sebenarnya ini skenario sederhana tetapi
hanya akan dilakukan hanya oleh orang-orang yang pikirannya keji
seperti Mafiaceli. Caranya sederhana, pilih isu sensitif yang selama
ini menjadi senjata lawan, gunakan isu itu untuk kepentingan sendiri.
Koordinasikan beberapa orang untuk menyiapkan isu sebagaimana yang
selama ini digunakan oleh lawan, pertajam sehingga benar-benar menohok
diri sendiri, lalu sebarkan di tengah massa lawan. Sediakan jeda waktu
sehari dua hari agar pers terus mengupasnya. Sebelum lawan bereaksi,
lemparkan tuntutan. Setelah reaksi lawan diterima, gunakan argumen yang
terkesan sehat untuk melibas pembelaan diri lawan. Politik ini sangat
efektif, karena Mafiaceli menyediakan materi Black Campaign yang justru
kesalahannya akan ditimpakan kepada lawan. Skenario Celi
ini nyaris sempurna, sebab dia merencanakan dimana Black Campaign itu
akan diluncurkan, pada saat kapan di Jakarta dia akan melemparkannya
dan dia tentukan pula tempat bersejarah, Ende, sebagai tempat untuk
menuliskan pembelaannya pada prinsip-prinsip demokrasi.

Celi memilih Medan lewat perhitungan yang cermat. Karena kekejian
hanya bisa dilaksanakan oleh orang-orang yang memiliki kebencian yang
sangat, maka Celi mendapatkan tempat dan orang yang tepat. Medan adalah
pusat koordinasi wilayah I pemenangan SBY-Boediono yang dipimpin oleh
Abdul Wahab Dalimunthe. Siapakah Wahab Dalimunthe ini? Tentu Mafiaceli
tidak sembarang memilih bidak. Dia adalah mantan Ketua DPD I Partai
Golkar Sumut dan kemudian Ketua Dewan Penasihat DPD I Golkar Sumut.
Pada tahun 2008 lalu, Wahab maju mencalonkan diri sebagai Gubernur
Sumut. Tetapi sayang sekali, keinginannya itu tidak didukung oleh DPP
Golkar yang lebih merestui walikota Binjai, Ali Umri untuk maju.
Sedangkan di tingkatan massa Golkar Sumut mereka lebih memilih Samsul
Arifin yang akhirnya memenangkan Pemilihan Gubernur Sumut. Hasilnya
Wahab Dalimunthe menempati urutan buncit dari empat kandidat. Urutan
buncit bagi seorang dedengkot Partai Golkar Sumut tentu suatu hal yang
sangat memalukan. Wahab merasa telah dipermalukan oleh DPP Golkar yang
dipimpin oleh Jusuf Kalla. Rasa malu berubah jadi benci
dan kebencian yang sangat itulah yang kemudian diperalat oleh Celi..
Dia tinggal menyiapkan konten untuk black campaign, sementara Wahab
memilih orang. Waktunya ditentukan sesuai jadwal kampanye JK.
 
Operasi intelijen Mafiaceli mulai berjalan. Sore harinya, isu black
campaign oleh tim JK Wiranto mulai dihembuskan. Di Jakarta Celi
menunggu perkembangan, tentu sambil tidak sabar menunggu waktu yang
tepat untuk menyampaikan pernyataan balasan yang telah dia siapkan
jauh-jauh hari. Sesuai harapan Celi, isu berkembang dengan cepat.
Sehari kemudian, dia menyampaikan tuntutan agar JK menyampaikan
permintaan maaf. Celi tahu tim JK akan bereaksi, dan pasti bentuknya
somasi. Pada saat tim JK Wiranto bereaksi sesuai yang dia kehendaki,
Celi tahu dimana tempat untuk membalas somasi itu dengan pernyataan
yang heroik, dia sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari. Celi segera
terbang menemani Boediono dalam kampanye di Ende Flores. Ende adalah
tempat yang sempurna untuk mengukuhkan prinsip-prinsip demokrasi,
bukankah di tempat itu Bung Karno dulu dibuang karena perjuangannya
menuntut kemerdekaan Indonesia. Lah, ternyata setelah gagal menjadikan
dirinya Obama van Indonesia, Celi tiba-tiba ingin jadi Sukarno pula. Di
Ende, Celi tinggal menyambungkan notebook nya dengan koneksi internet.
Pernyataan yang telah dia tulis jauh hari sebelum kasus ini terjadi
dikirimkan ke semua media, mailing list dan saluran informasi lainnya.
Selama beberapa jam Celi telah merasa akan menjadi presiden Indonesia
2014, sayang mimpinya itu terbunuh lewat pengakuan Adi.

Sebenarnya skenario Blame to Black ini bisa berjalan dengan
sempurna, sayangnya Celi salah memilih orang untuk menjadi partner in
crime. Wahab Dalimunthe, pecundang pilkada itu sudah berumur 69 tahun.
Tentu saja akal sehatnya sudah terkuras untuk bisa memilah agen yang
tepat untuk melaksanakan semua rencananya. Wahab salah memilih orang,
rencana sempurna Celi jadi berantakan. Inilah kesalahan mendasar
Mafiaceli, trio ini terlalu bersemangat sampai lupa menyiapkan detail
rencana termasuk masalah usia partner in crime mereka. Sekarang
semuanya terungkap sudah, tetapi percayalah kita tidak akan kehilangan
hiburan. Mafiaceli tetap akan eksis, sebab setiap kali kena masalah
seperti ini, Celi akan berlindung di ketiak Anto yang pandai bersilat
lidah. Dan seperti biasa, kita akan melupakannya begitu saja. Kekejian
Mafiaceli akan terus merajalela.
sumber: http://politikana. com/baca/ 2009/07/01/ blame-to- black-strategi- baru-mafiaceli. html

Ipar, Istri dan Anak SBY akan Masuk KPK ? Menyusul Besan

DARI KOMPASIANA.COM TGL.28 JUNI 2009
 
Ipar, Istri dan Anak SBY akan Masuk KPK ? Menyusul Besan
Oleh saricantika – 28 Juni 2009 -
Pernyataan SBY yang menyebut bahwa KPK sudah menjadi lembaga super body, serta  perintahnya kepada BPKP untuk mengaudit KPK, tak lepas dari skenario SBY untuk mengobrak-abrik KPK. Selain dilatari dendam lantaran besannya Aulia Pohan dijebloskan ke penjara oleh KPK, SBY sudah mulai cemas; bisnis keluarganya sedang diselidiki KPK.
Pernyataan- pernyataan SBY selama ini yang memuji langkah KPK dalam memberantas korupsi itu hanya manuver politik semata dan sekadar untuk pencitraan. Padahal sebenarnya  SBY sangat panik karena kini KPK yang dia rancang sedemikian rupa untuk kepentingannya, kini tidak dapat SBY kontrol lagi.
SBY sendiri sekarang sudah mulai cemas dengan manuver KPK yang mulai melirik bisnis keluarganya. Juga, KPK saat ini sudah mulai “menembak” orang Partai Demokrat, dengan menyeret salah satu tokoh penting Partai Demokrat, yakni  Jhony Allen dalam kasus pembangunan sarana pelabuhan di wilayah Indonesia Timur.
Inilah salah satu alasan mengapa SBY ingin membubarkan KPK. Jika itu tidak dihentikan, bisa-bisa KPK akan terus saja melakukan manuvernya untuk mengusut korupsi keluarganya dan juga orang-orang Demokrat.
Sebetulnya SBY tidaklah benar-benar serius memberantas korupsi, terbukti dengan lambannya pemerintah mengeluarkan Perpu Pengadilan Tipikor, karena proses pembuatan UU Pengadilan Tipikor di DPR hingga saat ini masih belum jelas bentuknya. Sementara DPR sendiri sudah akan berakhir masa tugasnya September mendatang.

Korupsi Besan SBY: Aulia Pohan

KPK telah berhasil mengungkap korupsi besan SBY, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Tantawi Pohan. Dan kini Aulia telah masuk penjara dijerat dengan kasus dugaan korupsi dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar. Kasus ini berawal sejak tahun 2000. Saat itu, tekanan publik terhadap BI sangat besar akibat skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Tim Penuntut Umum menuntut Aulia Tantawi Pohan empat tahun penjara dalam perkara dugaan penyelewengan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar pada 2003.

Aulia dituntut bersama dengan tiga mantan Deputi Gubernur BI yang lain, yaitu Maman H. Somantri, Bunbunan Hutapea, dan Aslim Tadjuddin. Ketiga mantan pejabat BI itu juga mendapat tuntutan yang sama.
Dana YPPI sebesar Rp100 miliar itu diduga digunakan untuk bantuan hukum para mantan pejabat BI. Aulia Pohan dan terdakwa lainnya diduga menyetujui pemberian bantuan melalui mekanisme RDG.
Para mantan pejabat BI itu adalah mantan Direksi BI, Hendro Budianto, Paul Sutopo, dan Heru Supraptomo. Mereka menerima bantuan masing-masing sebesar Rp10 miliar.
Selain itu, para terdakwa juga menyetujui memberikan dana Rp 25 miliar kepada mantan Gubernur BI Sudradjad Djiwandono dan Rp13,5 miliar kepada mantan Deputi Gubernur BI Iwan R. Prawiranata.
Selain memberikan bantuan kepada para mantan pejabat BI, para terdakwa juga diduga menyetujui pemberian uang sebesar Rp 31,5 miliar kepada DPR melalui anggota DPR Antony Zeidra Abidin dan Hamka Yandhu. Pemberian itu untuk memperlancar amandemen UU BI dan penyelesaian masalah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Atas perbuatan itu, Aulia dan terdakwa lain dijerat dengan pasal 3 jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP.

KKN Kel. Ani Yudhoyono & Kel. Hatta Rajasa
Saat ini KPK tengah menyelidiki dugaan korupsi keluarga SBY di PowerTel.  Perusahaan penyedia jasa infrastruktur backbone internet ini merupakan perusahaan yang melibatkan keluarga Ani Yudhoyono dan keluarga Hatta Rajasa.
Dalam susunan pejabat teras PowerTel duduk Hartanto Edhie Wibowo, adik kandung Ani Yudhoyono, sebagai komisaris utama dan nama Retno Cahyaningtyas. Sedangkan Di jajaran direksi ada dua anggota keluarga Hatta Rajasa, yakni Ketua DPW PAN Sumatera Selatan Achmad Hafisz Tohir dan Jon Erizal.
Hubungan mesra antara Hatta Rajasa dengan keluarga Cikeas disinyalir terjalin sejak lama. Saat politisi berambut perak itu menguasai Departemen Perhubungan. Sehingga wajarlah jika muncul dugaan apabila PowerTel mendapat kemudahan dari pihak Dephup, dalam hal ini dengan PT Kereta Api (KA).
Ketika Hatta menjabat sebagai Menhub, nama Hartanto, Hafisz dan Jon Erizal disinyalir selalu bermain di berbagai proyek di lingkungan Dephub. Bermodalkan hubungan darah dengan kekuasaan, ketiganya cukup disegani di lingkungan Dephub.
Kabarnya, menurut sumber, beberapa proyek yang mereka garap adalah pembangunan double track serta infrastruktur pendukung kereta api jurusan Tanah Abang-Serpong. Proyek tersebut menghabiskan dana APBN 2006-2007 senilai Rp 333 miliar. Proyek lainnya, pengadaan 16 unit kereta api listrik (KRL) bekas asal Jepang, senilai Rp 44,5 miliar. Belakangan proyek KRL eks Jepang itu, dipertanyakan banyak kalangan karena dinilai kemahalan.
Tak hanya itu, di sector pembangunan sarana transportasi laut, tak lepas dari pantauan mereka. Termasuk penyelenggaraan diklat di lingkungan Dephub,  masuk dalam kuasa mereka. Sejak itu, temali perkawanan Hatta dengan Cikeas berjalan mulus. Apalagi Hatta termasuk menteri yang loyalitasnya tegak lurus kepada SBY.
Korupsi Eddy Baskoro Yudhoyono dan Gatot Suwondo di BNI
Sementara itu kini KPK tengah menyelidiki dugaan korupsi Eddy Baskoro Yudhoyono dan Gatot Suwondo di BNI. Ada berbagai manuver yang dilakukan Gatot dan Eddy untuk membobol BNI, Gatot sang paman bertindak sebagai Dirut BNI dan Eddy Baskoro bertindak selaku nasabah penerima pinjaman. Ditengarai jumlah dana yang dimainkan berkisar ratusan milyar rupiah, antara lain dalam bentuk kredit macet dan dana-dana lain yang sedang ditelusuri KPK, dengan total dana sekitar Rp. 600 milyar.
Gatot M Suwondo Dirut BNI adalah ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. pria itu menikahi adik perempuan dari Ani Yudhoyono. Dari awal pengangkatan Gatot menjadi Dirut BNI sempat menggegerkan BNI dan dunia perbankan, mengingat kinerja Gatot yang dibawah rata-rata direktur bank.
Dalam RUPS yang digelar 6 Februari 2008, susunan direksi baru BNI dibentuk. Susunan direksi BNI adalah Dirut Gatot Mudiantoro Suwondo, wakil dirut Felia salim yang sebelumnya menjabat komisaris independen. Direktur: Achmad Baiquni, Bien Subiantoro, Suwoko Singoasto, Krishna Suparto, Darwin Suzandi, Ahdi Jumhari Luddin, Doddy Virgianto, Yap Tjay Soen. Posisi komisaris utama diberikan ke Erry Riyana Hardjapamekas yang sebelumnya adalah ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Eddy Baskoro Yudhoyono, anak bungsu Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pernah terlibat kasus  money politic. Harian Bangsa di Ponorogo, Jawa Timur, menulis bahwa Ibas –panggilan Eddy Baskoro Yudhoyono– membagi-bagikan uang Rp. 10.000,- kepada masyarakat di daerah pemilihannya di Ponorogo, Jawa Timur. Anehnya justru karena pemberitaan itu, ketiga media dijerat dengan pasal pencemaran nama baik.

Nama-nama Keluarga SBY yang tersangkut KPK

Istri - Ani Yudhoyono
Anak - Eddy Baskoro Yudhoyono
Besan - Aulia Tantawi Pohan
Ipar - Gatot Suwondo
Ipar - Hartanto Edhie Wibowo
Ipar - Retno Cahyaningtyas
NOTE:
KALAU SEMUA INFORMASI DIATAS BOHONG, MAS SBY TIDAK PERLU PANIK
NAMUN KALAU INFORMASI DIBENAR, BERSIAPLAH
KARENA CEPAT ATAU LAMBAT PASTI AKAN TERBONGKAR
Gusti Mboten Sare

copy paste dari miling list.