Tifatul: Ingat Sumpah Pejabat!

Pak Tifatul, yang diangkat menjadi Menkoinfo, baru saja memunculkan topik pembicaraan soal “mirip” ala Tifatul  yang tidak relevan. Soal pemain “video porno”  yang gencar bereda di tengah masyarakat, mirip Ariel,  Luna, Cut Tari, diperbandingkan dengan masalah pandangan agama Islam, soal orang yang disalibkan di Bukit Golgota itu  bukan Nabi Isa, namun mirip Nabi Isa, sementara dalam pandangan Kristen/Katolik, yang disalibkan itu Nabi Isa alias Yesus.

Apa motivasi anda Pak Tifatul mengangkat topik mirip ke ranah teologi yang sensitif? Bukankankah anda sudah mulai menyalakan “api” kecil yang bisa membakar rumah? Apakah anda etis sebagi seorang MENKOMINFO harus berkata demikian?

Pak Tifatul ingat sumpah jabatan, bahwa anda harus setia dan taat kepada Pemerintah yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dan menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Jangan asal ngomong, perkataan pejabat itu semuanya harus bisa dipertanggungjawabkan.

Anda harus sege minta maaf atas pernyataan anda secara terbuka.

Tidak Terbantahkan, Teroris itu Beragama Islam

Akhir-akhir ini, isu terorisme merebak kembali. Dulmatin berhasil diburu dan tertembak mati di Pamulang oleh kelompok pasukan anti teroris. Sebelumnya, sebuah kamp pelatihan teroris berhasil ditemukan Densus 88 Polri di sebuah kaki gunung di Nanggroe Ace Darussalam.

Dilihat dalam sejarah, telah banyak terorisme ditangkap dan ditembak mati akibat tindakan atau perbuatan teror mereka. Bebagai peristiwa bom sejak tahun 2000-an, semuanya diketahui dilakukan teroris ketika beraksi di Indonesia. Mereka melakukan pengeboman entah di gedung Gereja, Hotel dan Bursa Efek Jakarta. Yang mengerikan diantaranya adalam Bom Bali I dan II serta Hotel Ritz Carlton di Jakarta.

Satu hal yang menonjol adalah bahwa teroris itu tidak mngenal korbannya, entah itu beragama islam, non-Islam. Semuanya disikat terutama hal-hal yang berbau Amerika atau Barat.

Namun yang tidak terbantahkan adalah bahwa semua pelaku tindakan teroris itu adalah beragama ISLAM. Ada apa dengan Islam? Apakah ada akar atau benih terorisme daam Kitab Suci Islam?

Selama Pemerintahan SBY: 108 Gereja di Indonesia Ditutup

Salam,

Saya baru aja dikabari seorang kawan, yang memberi tahu bahwa postingan saya di sebuah milis, tiba-tiba link-nya tak dapat diakses. Berita itu judulnya “Selama SBY Presiden, 108 Gereja Ditutup” di situs okezone.com yang pernah ditayangkan tanggal 22 Desember 2007. Kini, berita itu lenyap, meski mencari dengan search di okezone.com dan google.com.

Bisa jadi, berita itu dianggap black campaign, apalagi saat ini masa tenang pemilu. Tapi, untuk apa dilenyapkan dari okezone? Saya sudah tanya ke seorang kawan, di okezone, tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Apakah ini kerjaan hacker? Ada yang bisa menjawab? (JS)

Beruntung masih ada milis yang menyimpan berita tersebut:

Selama SBY Presiden, 108 Gereja Ditutup  
JAKARTA – Sekretaris Eksekutif Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Gumar Gultom mengungkapkan selama SBY menjadi Presiden RI tahun 2004 lalu sebanyak 108 geraja di Indonesia ditutup.

“Pemerintah dalam hal ini seolah tinggal diam dalam menangani kasus kekerasan agama,” kata Gumar dalam diskusi Evaluasi Toleransi Beragama dalam Pemerintahan SBY-JK di Radio 68h, Utan Kayu, Jakarta, Sabtu (22/12/2007) .

Sebagaimana diketahui, penutupan gereja yang paling marak terjadi di Bandung yang dilakukan salah satu ormas Islam.

Selain itu, kata Gumar, aparat cenderung menangkap orang-orang yang dianggap sesat, bukan orang atau kelompok yang merusak atas nama agama. “Kekerasan agama masih berlangsung karena penegakan hukum kurang dan adanya fatwa dari organisasi-organisa si tertentu,” jelasnya.

Menurutnya, kalau kejadian ini terus berlangsung dikhawatirkan sendi-sendi kebangsaan tidak bisa ditegakkan.

Courtesy: Milis Batak Cyber

TERORISME TAK PENGARUHI CITRA PKS?

 

JAKARTA – Dua buronan polisi dalam kasus terorisme, Saefuddin Jaelani dan M Syahrir ternyata adik kandung dari politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal Kabupaten Tangerang, Anugrah. Apakah keterkaitan karena hubungan keluarga ini akan memengaruhi citra partai bergambar bulan sabit kembar ini?

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai, untuk saat ini kasus di atas belum akan memengaruhi pencitraan PKS di mata publik. “Tapi tergantung pada fakta-fakta di lapangan nanti seperti apa,” ujar Qodari dalam perbincangannya per sambungan telepon dengan okezone, Selasa (25/8/2009).

Menurut Qodari, ideologi yang dianut oleh PKS selaku partai politik dengan kelompok teroris itu sangat jauh berbeda. Pertama, PKS percaya dengan konsep nation state (negara kesatuan), sedangkan terorisme tidak. “Mereka ingin mendirikan Daulah Islamiyah yang tidak dipisahkan dengan sekat-sekat geografis,” terangnya.

Selain itu PKS selaku partai politik tentu percaya dengan koridor demokrasi. Hal ini terbukti PKS mengikuti proses pemilu dan ikut serta dalam pemerintahan. Ketiga, karena PKS percaya menganut sistem demokrasi, maka PKS percaya pada proses politik nonkekerasan. “Jadi secara kepartaian mereka berbeda ideologi,” nilainya.

Setidaknya, dengan keterangan pers yang dilakukan oleh PKS dan Anugrah kemarin, memberikan kejelasan bagi masyarakat bahwa PKS dan Anugrah sendiri tidak sependapat dan mengutuk aksi terorisme. “Toh hingga sekarang Anugrah tidak ikut bersalah kan, selain itu mereka (Saefuddin dan Syahrir) juga bukan eksponen ataupun pengurus PKS,” pungkasnya. (ram)

(mbs)

PETUNJUK-PETUNJUK DAN HADITS AGAR MANUSIA DAPAT MENCAPAI SURGA

1. ISA AS ITU JALAN YANG LURUS SUPAYA DIIKUTI

     “Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat karena itu janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus” = “Wa innahu la’ilmul lis saa’ati fa laa tamtarunna bihaa wa tabi’uuni haadzaa shiraathum mustaqiim” (Qs. 43 Az Aukruf 61)

2. ISA AS. ITU PEMBAWA TERANG SUPAYA DITAATI

     “Dan tatkalaIsa datang membawa terang dia berkata sesungguhnya aku datang membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian yang apa kamu perselisihkan tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaKu” = “Wa lammaa jaa-a ‘Isa bil bayyinaati qaala qad ji’tukum bil hikmati wa li ubayina lakum ba’dhal ladzi tathtalifuuna fiihi fat taqullaaha wa athiu’u” (Qs. 43 Az Zukruf 63)

3. IA AS. ITU MENGATAKAN PERKATAAN YANG BENAR

     “Itulah Isa Putera Maryam yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang lebenarannya” = ” Dzaalika ‘isabnu Maryama qaulal haqqil ladzi fiihi yamtaruum” (Qs. 19 Maryam 34)

4. ISA AS. ITU UTUSAN ALLAH DAN FIRMANNYA

     “Sesungguhnya Isa Almasih putra Maryam itu utusan Allah dan firmanNya” = “Inamal Masihu ‘isabnu Maryama rasulullahi wa kalimatuhu” (Qs. 4 An Nisa 171)

5. ISA AS. ITU ADALAH ROH ALLAH DAN KALIMATNYA

     “Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan firmanNya” = “Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu”  ((Hadits Anas bin Malik hal. 72)

6. ISA AS. ADALAH ROH ALLAH YANG MENJELMA MENJADI MANUSIA YANG SEMPURNA

     “”…Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya menjadi manusia yang sempurna” = “…arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa basyaran sawiyya”  (Qs 19 Maryam 17)

7. ISA AS. ITU ADALAH SATU-SATUNYA IMAM MAHDI

     “Tidak ada Imam Mahdi selain Isa putera Maryam” = “Laa mahdia illa isabnu Maryama” (Hadits Ibnu Majah)

8. ISA AS. DILAHIRKAN BUKAN DARI BAPA INSANI, TETAPI DARI ROH ALLAH

     “Ingatlah kisah seorang perempuan yang memelihara kehormatannya (Maryam) lalu Kami tiupkan kepadanya Roh Kami (Roh Allah) dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kuasa Allah) bagi semesta alam”. = “Wallatii ahshanat farjahaa fiihaa mir ruuhinaa Wa ja’alnaahaa wabnahaa ayatal lil ‘aalamiin” (Qs. 21 Al Anbiyaa 91)

9. ISA AS. LAHIR, MATI DAN DIHIDUPKAN KEMBALI

     “Dan sejahtera atasnya pada hari ia dilahirkan, pada hari dia wafat, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali” = “Wa salaamu ‘alayya yauma wulittu, wa yauma amuutu, wa yauma ub’atsu hayaa” (Qs. 19 Maryam 33).

10. ISA AS MATI, DIANGKAT DAN PENGIKUTNYA DI ATAS ORANG KAFIR

      “Ingatlah tatkala Allah berfirman: Ha Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu, dan mengangkatmu kepadaKu, dan akan menyucikan engkau dari orang-orang kafir, dan menjadikn orang-orang yang mengikutimu di atas mereka yang kafir hingga hari kiamat”. = “Idz qaalallahu yaa Isa, innii mutawafiika, wa raafi’uka ilayya, wa muthahhiruka minal ladzinaa kafaruu,a jaa’ilul ladzina tabauka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil qiyamati”. (Qs.3 Ali Imran 55)

11. ISA AS.  MENYEMBUHKAN ORANG BUTA SEJAK LAHIR

     “Dan Aku menyembuhkan orang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak, dan Aku sanggup menghidupkan orang mati dengan seizin Allah” = “Wa ubriul akmaha, wal abrasha, wa uhyil mautaa bi idznillah” (Qs.3 Al Imran 49)

12. KAFIR ORANG YANG MENOLAK ISA AS.

       “Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zinah)” = “Wa bi kufrihim wa qaulihim ‘alaa maryama buhtaanan ‘azhiimaa”. (Qs. 4 An Nissa’ 156)

Isa AS berkuasa, terkemuka di dunia dan diakhirat. Isa AS adalah jalan yang lurus, pengikut-pengikut Isa AS di atas orag-orang kafir. Jadi ikut Isa AS pasti masuk surga. Begitu pentingnya Isa AS sehingga di dalam Alquran, nama Isa AS disebut sebanyak 97 kali.

Sumber: DAKWAH UKHUWAH, P.O. BOX 1272/JAT JAKARTA 13012

TERORISME TAK PENGARUHI CITRA PKS

Amirul Hasan – Okezone

JAKARTA – Dua buronan polisi dalam kasus terorisme, Saefuddin Jaelani dan M Syahrir ternyata adik kandung dari politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal Kabupaten Tangerang, Anugrah. Apakah keterkaitan karena hubungan keluarga ini akan memengaruhi citra partai bergambar bulan sabit kembar ini?

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai, untuk saat ini kasus di atas belum akan memengaruhi pencitraan PKS di mata publik. “Tapi tergantung pada fakta-fakta di lapangan nanti seperti apa,” ujar Qodari dalam perbincangannya per sambungan telepon dengan okezone, Selasa (25/8/2009).

Menurut Qodari, ideologi yang dianut oleh PKS selaku partai politik dengan kelompok teroris itu sangat jauh berbeda. Pertama, PKS percaya dengan konsep nation state (negara kesatuan), sedangkan terorisme tidak. “Mereka ingin mendirikan Daulah Islamiyah yang tidak dipisahkan dengan sekat-sekat geografis,” terangnya.

Selain itu PKS selaku partai politik tentu percaya dengan koridor demokrasi. Hal ini terbukti PKS mengikuti proses pemilu dan ikut serta dalam pemerintahan. Ketiga, karena PKS percaya menganut sistem demokrasi, maka PKS percaya pada proses politik nonkekerasan. “Jadi secara kepartaian mereka berbeda ideologi,” nilainya.

Setidaknya, dengan keterangan pers yang dilakukan oleh PKS dan Anugrah kemarin, memberikan kejelasan bagi masyarakat bahwa PKS dan Anugrah sendiri tidak sependapat dan mengutuk aksi terorisme. “Toh hingga sekarang Anugrah tidak ikut bersalah kan, selain itu mereka (Saefuddin dan Syahrir) juga bukan eksponen ataupun pengurus PKS,” pungkasnya. (ram)

(mbs)

Sumber: http://news. oke zone.com/index.php/ReadStory/2009/08/25/1/250998/terorisme-tak-pengaruhi-citra-pks

 

TERORIS SALAH MENAFSIRKAN JIHAD DALAM AL QUR’AN

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarno (kanan) menunjukkan empat buron teroris (dari kiri ke kanan) Ario Sudarso, Mohamad Syahrir, Bagus Budi Pranoto dan Syaifudin Zuhri.
Kamis, 20 Agustus 2009 | 10:32 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Sosiolog keislaman, Prof Dr Nur Ahmad Fadhil Lubis, menyatakan, terjadi salah penafsiran terhadap ayat Al Quran dan hadis tentang jihad yang dilakukan kelompok teroris sehingga menjadikannya sebagai landasan aksi.
    
“Namun, ada juga kemungkinan jihad dijadikan kambing hitam untuk membenarkan aksi terorisme,” katanya di Medan, Kamis (20/8).
    
Menurut Fadhil Lubis, dalam Al Quran dan hadis memang ada beberapa ayat yang menceritakan tentang perlunya jihad di kalangan umat Islam. Namun, dalam Al Quran dan hadis itu dijelaskan mengenai situasi seperti apa yang dibutuhkan jihad dan ajaran Islam untuk selalu menjaga kedamaian yang telah tercipta.
    
Jadi, intinya, kata dia, dalam Al Quran dan hadis ada ayat-ayat tentang ketentuan dalam suasana perang dan masa damai.
    
Diduga, kelompok yang terlibat dalam aksi terorisme itu hanya membaca ayat tentang jihad dalam perang, tetapi melupakan ketentuan lain dalam Al Quran mengenai masa damai. Namun, ada juga indikasi kelompok teroris itu menggunakan istilah jihad untuk membenarkan aksi mereka, kata guru besar IAIN Sumatera Utara itu.
    
Sayangnya, kata dia, masih ada kelompok masyarakat yang masih menerima doktrin jihad yang salah itu. Kondisi itu disebabkan banyaknya masyarakat yang pengetahuannya masih rendah, khususnya pemahaman dalam bidang agama.
    
Bahkan, kelompok di kalangan masyarakat banyak yang belum mampu membaca Al Quran, apalagi untuk menafsirkannya sehingga peluangnya besar untuk diberi doktrin yang salah. “Karena mereka tidak mampu membaca Al Quran, jadi orang lain yang membacakannya, termasuk memberi penafsirannya, ” kata Lubis.

MBK
Sumber : Antara