Tahapan Kedua: Kuasa dan Mukjizat-Nya

Tahapan Kedua: Kuasa dan Mukjizat-Nya

Seandaninya ada orang yang bertanya kepada kita:

  • “Siapakah orang yang mampu menciptakan benda mati menjadi benda yang hidup?”
  • “Siapakah orang yamg mempunyai kuasa untuk membangkitkan orang yang sudah mati?”
  • “Siapakah orang yang mampu menyembuhkan penyakit secara sempurna segala macam penyakit?”
  • “Siapakah orang yang mengetahui segala sesuatu yang tersembunyu?”

Kita pasti akan menjawab hanya Allah saja yang mampu melakukannya bukan?

Kalau kita membaca apa yang ditulis oleh Surat 3 Ali Imran:49 yang berkata:

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi burung dengan seijin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang dengan seijin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu”.

Tentu hati kita akan bertanya-tanya, siapa sih sebenarnya Isa Almasih itu, sehingga Ia dapat melakukan mu’jizat-mu’jizat yang sangat luar biasa besarnya?

Ayat di atas ini sering dipakai ummat Islam untuk mendukung pendapat mereka bahwa Al Qur’an merupakan kitab terlengkap dan sempurna dibandingkan dengan Alkitab, karena Al Qur’an menulis apa yang tidak ditulis dalam Alkitab. Apakah pendapat mereka bisa dijaminkan jika sudah membaca apa yang tertulis dalam salah satu Injil yang dikategorikan dalam salah satu Injil apokrif (masih terselubung), tetapi bukan berarti palsu) yang ditulis oleh para Bapa Gereja sebelum Majma’ (Konsili) di Nikea tahun 325 M (The Writing of the fathers down to A.D. 325 – ANTE-NICENE FATHERS, Volume 8, edited by Alexander Roberts, D.D. & James Donaldson, LL.D. – HENDRIKSON PUBLISHER)? Dalam Injil Thomas ayat 2 Hal 395, terjemahan dari bahasa Inggerisnya dikatakan: Pada waktu Yesus berumur 5 tahun, ketika ia sedang bermain-main di sebuah sungai mengalir dari atas gunung, ia mengumpulkan aliran air sungai itu ke dalam sebuah kolam, dan hanya dengan perkataanNya saja, air itu menjadi jernih seketika, mengikuti apa yang Ia katakan. kemudian Ia membentuk 12 burung pipit dari tanah liat, lalu Ia bertepuk tangan dan berseru kepada burung-burung itu: “Terbanglah!”, dan burung-burung itupun menjadi hidup, lalu terbang sambil berkicau. (Lampiran ke-1).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: