Tahapan Keempat : KedatanganNya

Tahapan Keempat : KedatanganNya

Tidak ada Imam Mahdi selain Isa Putera Maryam

“Laa mahdiya illa isabnu maryama” (Hadits Ibnu Majah – Al Asya’ah 191).

Mengapa hanya Isa Almasih sebagai Satu-satunya Pribadi yang mempunyai kedudukan sebagai Imam Mahdi atau Imam Agung itu? (Tugas imam adalah sebagai mediator atau pengantara antara Allah dan ummat manusia. Apakah tidak ada orang lain? Bukankah ada beberapa pemimpin umat beragama yang juga mempunyai banyak pengikutnya?

Sekarang kita lihat apa yang dikatakan oleh Hadits Shahih Muslim no. 127.

Demi Allah yang jiwaku di tanganNya, sesungguhnya telah dekat masanya ‘Isa putera Maryam akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi hakim yang adil.

Hadits di atas berkata bahwa ‘Isa putera Maryam mempunyai gelar (jabatan) sebagai Hakim Yang Adil.

Menurut Al Qur’an, salah satu gelar Allah adalah Al Fattaah (Hakim Yang Agung) – Al Qur’an Departemen Agama 1989, hal 89)

Surat 95 At Tiin: 8.

Alaisa Allahu bi’ahkami al-hakimina

Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya?

Kalau berpijak pada apa yang dikatakan oleh ayat Al Qur’an dan Hadits di atas, bagaimana kesimpulan anda, siapakah ‘Isa putera Maryam yang bergelar Hakim Yang Adil itu?

Sebelum kita melanjutkan ke uraian berikutnya, ada beberapa pertanyaan yang patut anda renungkan antara lain:

  1. Banyak orang yang memiliki keyakinan bahwa amal perbuatan seseoranglah yang akan menyelamatkan hidupnya; dengan kata lain bahwa keselamatan adalah hasil usaha setiap orang untuk memperoleh keselamatan bagi dirinya melalui amal baik. Kalau memang itu yang menjadi dasar kepercayaan anda, sekarang coba anda hitung dalam 1 hari, apakah amal perbuatan baik yang anda lakukan jumlahnya lebih banyak dari perbuatan jahat anda, baik itu dilakukan terhadap Tuhan, maupun terhadap sesama manusia, baik yang timbul di dalam hati anda, maupun di dalam pikiran anda?

Berikut ini “standar hidup benar” yang dituntut Tuhan kepada setiap ummat manusia, agar bisa lolos dari penghukuman. Kesepuluh perintah ini diberikan Tuhan kepada Musa di gunung Sinai dan ditulis sendiri oleh tangan Tuhan pada kedua loh batu; yang dikenal dengan sebutan Sepuluh Perintah Tuhan (The Ten Commandments).

Kitab Taurat Sefer Syemot/ Keluaran 20:3-17,

(1) Jangan ada padamu ilah lain (sembahan) lain di hadapanKu.

(2) Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi, sebab Aku, Tuhan, Allahmu adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan berpegang pada peintahKu.

(3) Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

(4) Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu; maka janganlah melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada haru ketujuh; itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

(5) Hormatilah ayah dan ibumu supaya, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu.

(6) Jangan membunuh.

(7) Jangan berjinah

(8) Jangan mencuri

(9) Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

(10) Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya taua hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledaiya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.

Berikan tanda, hukum mana yang telah anda langgar! Sesudah itu jumlahkan mulai dari satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun bahkan sampai pada hari ini. Hitung mana yang lebih dominan, perbuatan anda yang baik atau yang jahat? Karena bukan orang yang mendengar hukum Taurat yang dibenarkan di hadapan Allah, tetapi orang melakukannya.

  1. Apakah saat ini anda sudah siap, bila “Isa putera Maryam datang di dalam kemuliaanNya sebagai Hakim Yang Adil, yang akan mengadili semua orang, ternasuk diri anda; karena Dia akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyu dalam hati manusia?
  2. Apakah yang akan anda katakan di Pengadilan Terakhir nanti, untuk menjawab setiap pertanyaan, sehubungan dengan perbuatan-perbuatan yang anda lakukan semasa hidup anda di dunia?
  3. Siapa yang akan menjadi pembela atau juru selamat anda, bila ternyata anda dinyatakan harus dihukum dan dilemparkan ke dalam api penyiksaan yang kekal (api neraka?) Dengan cara bagaimana anda bisa meloloskan diri, sebelum Hakim Yang Adil itu menjatuhkan vonisNya terhadap perkara anda? Sudah benar-benar siapkah anda menerima setiap hukuman yang timbul sebagai akibat dari pelanggaran-pelanggaran yang anda lakukan terhadap perintah-perintah Tuhan?
  4. Apakah saat ini anda sudah memiliki keyakinan atau kepastian bahwa kalau pada suatu saat nanti anda mengalami kematian, roh dan jiwa anda pasti selamat dan lolos dari penghukuman di pengadilan terakhir?

Penulis hanya sekedar mau mengingatkan, aga anda jangan sampai menyesal di kemudian hari, karena waktu tidak mungkin bisa diputar balik kembali. Jika anda salah memilih jalan, anda tidak mungkin akan memperoleh keselamata hidup yang menjadi dambaan setiap insan.

CATATAN DAN KESIMPULAN

Seorang sarjana Muslim bernama Al Saikh Muhip al Din al Arabi berkata “Kalimat adalah Allah dalam hakekatnya … … dan Ia adalah tidak lain dari satu pribadi Ilahi. Kalimat adalah pribadi Ilahi”. (Buku Fustus Al Hukm bag. II hal. 35).

Al Saikh Muhammad al Hariri al Bayyumi berkata: “Roh Kudus adalah Roh Allah, dan Roh Allah tidak diciptakan”. (Buku Al Ruh wa Mahiyyatuha/ The Spirit and Its Nature hal. 53)

Al Iman dan al Nasafi berkata: “dengan Roh Kudus artinya Roh yang dikuduskan atau nama Allah yang akbar” (Al Nasafi, Tafsir bag. I hal. 56)

Al Sayyid Abdul Karim al Djabali berkata tentang Roh Kudus, bahwa Roh Kudus itu tidak diciptakan. Dan apa yang tidak diciptakan adalah kekal, dan yang kekal adalah Allah sendiri. (Madjallat Kulliyat al Adab/ Magazine of the College of Art, 1934).

Ummat Islam yang setiap harinya menjalankan shallat 5 waktu dengan sekurang-kurangnya 17 rakaat, memohon dengan tidak henti-hentinya kepada Tuhan agar ditunjukkan jalan yang lurus.

Hal ini tercermin dalam Surat 1 Al Faatihah: 6.

Ihdinash shiraathal mustaqiim,

tunjukilah kami jalan yang lurus

Siapa yang dimaksud dengan jalan yang lurus itu?

Seorang Muslim yang benar, harus percaya dan menerima lima pengakuan utama iman (kepercayaan), yang diantaranya percaya akan adanya hari penghakiman (hari kiamat).

Kalau menurut anda,

Siapa yang mengetahui dan menguasai hari kiamat itu?

Anda pasti sependapat kalau jawabannya hanya Allah saja, tidak ada yang lain.

Surat 31 Luqman:34 berkata:

“Innallaha ‘indahuu saa’ati … … …”

“Sesungguhnya Allah, di sisiNya sajalah pengetahuaan tentang Hari Kiamat … … …”.

Sekarang perhatikan apa yang dikatakan di surat 43 Az Zukruf: 61;

“Wa innahu la ‘ilmul lis saa’ti fa laa tamtarunna bihaa wa tabi’uuni hadzaa shiraathum mustaqiim”,

(Dan sesungguhnya ‘Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentag kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus.

Berdasarkan pada apa yang telah dikatakan oleh ayat-ayat di atas, kalau begitu:

Siapa sebenarnya ‘Isa Almasih itu: sebagai satu-satunya Pribadi Yang Suci (tidak berdosa); yang mempunyai kedudukan tertinggi bukan hanya di dunia, namun juga di akhirat; yang menjadi Imam Mahdi; yang menjadi Hakim Yang Adil; yang Maha Tahu; yang bisa menciptakan makhluk hidup; yang mengetahui hari kiamat, bahkan yang-yang lainnya … yang tidak bisa dipahami, apalagi dijangkau oleh “nalar” manusia yang secanggih apapun?

Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu, yang artinya:

Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman Allah (Hadits Anas bin Malik hal. 72)

Dengan apa yang dikatakan oleh Hadits Anas bin Malik ini, maka terjawablah sudah semua pertanyaan di atas tentang siapakah Isa Almasih itu sebenarnya, yang tidak lain adalah Jalan Yang Lurus itu (Shiraathal Mustaqiim), yaitu Firman Allah (Kalimatullah) yang nuzul (turun) ke dunia menjadi seorang manusia, bernama Al Masih, Isa putera maryam (Yesus Kristus); sebab di dalam Dialah (Isa Almasih) berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: