Kecaman Keras utk PKS & partai Islam pendukung SBY

medanpermai  :
Originally Posted by medanpermai
Inna lillahi Wa inna ilaihi Rooji’un …

Sungguh tragis dan sangat disesalkan jika anda semua ikut kampanye bersama TS sby di Pardede Hall Medan. Bagi anda yang menganut agama Islam, pasti menyesal karena telah melakukan dosa besar, yaitu meninggalkan kewajiban SHALAT DZUHUR hanya karena ikut kampanye sby. (konon sholatnyapun bolong2).

Kronologi kampanye sby di Medan :
Sekitar pukul 10.00 wib sudah banyak masyarakat yang berdatangan dan desak-desakan di sekitar gedung Pardede Hall di Medan. Di jadwalkan sby beserta romobongan akan memasuki gedung pada pukul 14.00 wib.
Kemudian kurang beberapa menit dari jam 12.00 wib, petugas dan TS kampanye sby di Medan, segera memerintahkan seluruh masyarakat Medan yang memegang tiket undangan untuk segera masuk, karena acara penyambutan sby segera di mulai pada pukul 12.00 wib. (pendukung yang tidak memiliki tiket undangan tidak boleh masuk dan hanya diperbolehkan menunggu di luar gedung yang bersebelahan dengan Gereja Dharma Agung Medan). Banyak para simpatisan yang kecewa karena mereka tidak boleh masuk, padahal itu adalah kampanye sby untuk rakyat Medan, ternyata hanya orang2 tertentu saja yang boleh ikut.

Dipintu masuk, semua peralatan tulis, korek, geretan dan segala sesuatu yang bisa digunakan untuk tindak criminal di dalam gedung, harus ditinggalkan oleh semua pengunjung, karena takut dijadikan senjata. (Aneh, sby ternyata takut kalau ada yang menyakitinya. Padahal itukan kampanye dan dihadiri oleh simpatisan dan para pendukungnya. Tapi itulah sby yang selalu tidak percaya kepada orang dan dia harus takut kemana2 walaupun bersama para pendukungnya) . Dulu sewaktu sby mengadakan rapat dan lain sebagainya di Medan beberapa waktu yang lalu, pemeriksaan oleh Paspampres tidaklah seketat ini, namun sekarang menjelang Pilpres, sby kelihatan sudah ketakutan di depan pendukungnya sendiri. Dasar SBY=Saya Belum Yakin.

Nah, setelah pukul 12.00 wib, acara demi acarapun dimulai, dari pembukaan, hiburan dan lainnya sehingga lebih kurang pukul 14.00 sby beserta rombongan memasuki ruangan. Sbypun disambut meriah oleh para pendukungnya. Kemudian ketika sby berbicara, dia sempat mengatakan : “SBY Sebut Spanduk yang Menyudutkannya Tidak Ksatria ”
Ternyata bukan tidak Ksatria tetapi, sby takut kalah, dan kelihatannya memang semua bentuk slogan, spanduk yang menyudutkan sby adalah kenyataan. Sehingga sby pun geraah. Padahal Di MEDAN, banyak spanduk sby-boediono yang juga menyudutkan pasangan lain. Tapi dasar sby tak tau diri dan hanya mau menang sendiri. EGOISSS… TAKUT KALAAH.

Kemudian acara demi acara berlangsung dan selesai pada pukul 16.00 wib lebih. Nah, sejak pukul 12.00 s/d 16.00 wib tersebut TAK SATUPUN undangan yang ikut di dalam gedung tersebut keluar untuk melaksanakan DZUHUR. Padahal waktu dzuhur di medan adalah antara lebih kurang 12.40 wib s/d 15.45 wib. Anehnya, banyak para pendukung tersebut berasal dari partai-partai Islam seperti PKS, PPP, PKB, PBB, PAN dan lain-lainya. TERNYATA para kader, simpatisan dan pendukung sby yang hadir pada hari itu di gedung Pardede Hall, tidak bisa melaksanakan kewajiban yang lebih utama daripada kampanye. Apakah kader PKS, PPP, PKB, PBB, PAN dan lainnya itu sudah LEBIH MENGUTAMAKAN KAMPANYE daripada SHOLAT … ??????
Tidak ada artinya doa, tidak ada artinya takbir yang berkumandang di gedung itu pada hari Ahad, tanggal 21 juni 2009. Semua takbir, doa dan dukungan dari partai2 Islam adalah bentuk KEMUNAFIKAN semata. Ingat dan takutlah akan murka Allah SWT !!!

Kepada semua pembaca DF, ini boleh menjadi renungan buat kita. Dan silahkan dikomentari, baik dari segi positif dan negatifnya. Kami hanya ingin mengutarakan kejadian yang sebenarnya, karena kamipun waktu itu ikut hadir, namun tidak boleh masuk ke ruangan karena tidak memiliki tiket undangan.

“Janganlah kamu menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah”. Allah TIDAK AKAN PERNAH luput dari segala kesalahan dan dosa manusia sekecil apapun. Dan apapun yang kita lakukan di muka bumi ini, pasti ada ganjarannya, walaupun hanya setitik debu. Sadarlah umat Islam ….. Jangan terlena dengan janji manis ……

Kami tidak menuduh, tapi kami berada di TKP pada waktu kampanye berlangsung. Anda boleh tanya langsung dengan rekan2 seperjuangan anda di Medan. Bagaimana keadaan Gedung Pardede Hall Medan yang bersebelahan dengan Gereja Dharma Agung.

Jika ada rekan anda yang ikut bersama sby disaat berkampanye di sana, alangkah baiknya anda konfirmasi pernyataan kami. Mudah2an anda mendapat info yang benar

Mohon maaf, disini bukan lawan dan bukan kawan/pendukung. Yang kami paparkan di sini adalah informasi yang kamipun merasakan kejadian tersebut. Kami cuma ingin memberitahukan bahwa di saat kampanye sby berlangsung, kenapa shalat dilalaikan oleh kader2 islam yang tergabug dalam partai2 dakwah. (sekali lagi, kami jelaskan, rombongan kami ada 16 orang dan mengendarai 2 angkot dari Kec,Medan Amplas. Kami rombongan dari Alwashliyah Medan Amplas. Ketika sampai di tempat, hanya 11 orang saja yang boleh masuk karena yang memiliki tiket undangan hanya mereka, dan sisanya kami 5 orang hanya menunggu di sekitar gedung kampanye, dan kami beristirahat di salah satu masjid yang letaknya hanya beberapa puluh meter saja dari gedung kampanye).

Kalau memang anda2 semua tidak percaya dengan kenyataan yang terjadi, itu bukanlah suatu masalah yang harus dikoar2kan. Kami hanya heran, kenapa selama ini para pendukung sby seperti mendewakan si capres. Apapun kesalahan yang telah dilakukan sby sepertinya sudah tidak mau dilirik dan secara spontan menganggap semua itu bukan kesalahan sby. Kami menilai, bagi para pendukung sby, dia suci dan tidak mempunyai kekurangan apapun. Ingat lho … LIKULLI SYAI IN MAZIYYATUHU. Ada kurang dan lebih itu hal yang biasa. Tidak ada yang sempurna. Namun, maukah kita mengakui kesalahan yang telah terjadi oleh kelalaian seseorang ??? Kalau yang melakukan kesalahan tersebut adalah orang yang kita cintai, sepertinya akan sulit untuk mengakui kekurangannya

Aamiiinnn … Yaa Rabbal ‘Aalamiinnn …. semoga saja…!

Aamiiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin … Semoga dikabulkan Allah secepatnya …

Ya, harapan kami LIQO2 yang dilakukan tetap Istiqomah. Kamipun bangga jika liqo2 tersebut dapat memberikan motifasi pendingin bagi hati rekan2 dewan sehingga tetap pada tujuan utama dalam mengemban amanah rakyat.

Insya Allah … dan semoga saja liqo2 pks dapat ditularkan dan disampaikan kepada semua anggota dewan yang lainnya walaupun bukan dari PKS saja. Agar mental anggota dewan kita benar2 bersih dengan hati nurani yang suci. Amiiinnn …. Semoga saja PKS mau …

http://forum. detik.com/ showthread. php?t=107699
 

 

 

Courtesy: milis AIPI

2 Tanggapan

  1. Semoga Allah makin membutakan amta hati kita mas….saya sendiri koment disalah satu blog yang mendukung sby bercerita tentang mengapa PKS memihak sby…tapi sayang koment saya (emang sih haknya mpunya blog) ga muncul….disitu saya jelas menunjukkan rasa kecewa sekaligus kesal terhadap partai itu…

    saat ini buat kita adalah Islam Yes Partai Islam No

  2. Pencitraan SBY-Boediono Gagal :
    Menggunakan Ikon Kesantunan Tapi Tak Sejalan dengan Prakteknya

    INILAH.COM, Jakarta – Kesantunan kini menjadi ikon dari capres SBY yang acapkali menggembar-gemborkannya. Namun ternyata, apa yang digemborkan tak sejalan dengan apa yang dilakukannya. Ada apa di balik kesantunan itu?

    Berdasarkan riset Strategy Public Relations (PR) terhadap 1.689 berita dalam kurun 1 Juni hingga 22 Juni 2009 dari delapan koran terbitan Jakarta dan tiga media online menunjukkan, SBY-Boediono mendapat serangan kampanye negatif sebanyak 163 kali dan menyerang 128 kali, sedangkan Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win) 89 kali menyerang dan diserang, serta Megawati-Prabowo (Mega-Pro) menyerang sebanyak 78 kali dan diserang 67 kali.

    Hasil analisa Strategy PR, berita-berita yang berisi kampanye negatif terhadap JK-Win bersumber dari kubu SBY-Boediono dengan prosentase 79,8 persen dan dari kubu Mega-Pro hanya menyumbang 4,5 persen. Sementara, berita yang bermuatan kampanye negatif terhadap SBY-Boediono ternyata sumber terbesarnya dari JK-Win yaitu 52,1 persen dan dari kubu Mega-Pro sebesar 45,4 persen.

    Sedangkan 85,1 persen berita yang bermuatan kampanye negatif terhadap Mega-Prabowo disumbang oleh kubu SBY-Boediono. Dan dari kubu JK-Wiranto hanya menyumbang 3% bagi kampanye negatif Mega-Prabowo.

    Di mata pakar filsafat politik UI Rocky Gerung, hasil survei itu menunjukkan selama ini kesantunan yang selalu diucapkan SBY tak lebih dari sekadar topeng belaka. Apa yang diucapkan SBY ternyata tidak sejalan dengan fakta di lapangan.

    “Memang kesantunan itu hanya sebuah topeng saja jadinya, untuk menyembunyikan kebenaran yang ada. Demi kemenangan strategi kompetitor dihalangi dan demi yang substansial, yang kultural menjadi pagar,” kata Rocky.

    Ia menilai, dengan adanya hasil risat Strategi PR itu juga menunjukkan kegagalan dari tim kampanye SBY-Boediono dalam menjalankan strategi kampanye. Sebagai incumbent, SBY itu seharusnya lebih banyak bertahan ketimbang menyerang.

    Untuk itu, sambungnya, bila selama ini SBY ditampilkan sebagai objek penzaliman tapi ternyata paling banyak menyerang, telah menunjukkan ada kekeliruan pencitraan yang dilakukan SBY. “Tim suksesnya perlu dievaluasi itu dan memang kalau dilihat dari pemberitaan di media, JK yang paling menahan diri,” paparnya.

    Berbeda dengan Rocky, pengamat politik LIPI Lili Romli berpendapat apa yang dilakukan SBY bersama timnya selama ini bukanlah merupakan sesuatu yang melanggar etika kesantunan. Sebab, yang terjadi saat ini adalah kampanye sebatas perang kata dan simbol.

    “Ini hal yang wajar dilakukan oleh para kubu capres dan cawapres dalam kampanye negatif. Dimana persoalan menyerang dan diserang merupakan bagian dari pendidikan politik yang tidak melanggar etika kesantunan,” ungkapnya

    Wakil Ketua Partai Demokrat Achmad Mubarok sendiri menampik bila kesantunan SBY hanyalah sebuah topeng. Sebab, yang paling banyak menyerang itu adalah tim kampanye SBY-Boediono bukan SBY secara pribadinya sendiri.

    “Kalau dari SBY itu yang menyerang bukan dari Pak SBY-nya langsung tapi timnya dan itu bukan kehendak Pak SBY. Pak SBY sendiri selalu menegur timnya yang kurang proporsional. Kalau dari kubu JK-Wiranto, justru yang paling banyak menyerang itu JK-nya langsung. Sama halnya dengan kubu Mega-Prabowo yang menyerang langsung itu adalah Mega dan juga Prabowo-nya langsung,” katanya Guru Besar Psikologi Islam UIN Jakarta ini.

    Untuk itu, menurutnya, kalau yang dipakai ukurannya adalah serangan kandidat terhadap kandidat, maka SBY akan jadi yang paling sedikit menyerang. Mubarok mengakui, penyebab banyaknya serangan dari kubu SBY-Boediono itu berasal dari Jubir SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng.

    Selama ini, lanjut Mubarok, internal Partai Demokrat selalu merasa resah dengan manuver-manuver yang dilakukan Rizal. “Rizal itu telah dianggap merusak citra SBY, mungkin karena itu SBY-Boediono jadi yang paling banyak menyerang. Kita juga sudah minta agar Rizal mengubah gaya berkampanyenya,” cetusnya.

    Batas kesantunan dalam berpolitik memang tidak jelas. Sesuatu yang dianggap santun belum tentu dianggap sama oleh pihak lainnya. Terlepas dari itu, seyogianya seorang pemimpin harus satu kata satu perbuatan, tanpa harus memakai topeng.[L4]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: