Surat Terbuka untuk SBY oleh Rinaldy Damanik (JK – Pemimpin Teruji)

Surat Terbuka untuk SBY oleh Rinaldy Damanik

Kompasiana, 4 Juli 2009

Kepada yang terhormat,

Bapak Soesilo Bambang Yudhoyono

Di – Jakarta.

Salam hormat.

Pada tanggal 13 Juni 2009, di GOR KONI Kendari, Sulawesi Tenggara,
Bapak SBY menyatakan: “Jangan ambil resiko memilih pemimpin yang
belum teruji dan terbukti. Barangkali masih penuh dengan janji”,
(Radar Suteng, edisi 14 Juni 2009). Terima kasih atas nasehat Bapak
SBY. Kini, perkenankan kami merespons sekaligus menjawab nasehat
Bapak. Pemimpin yang telah teruji dan terbukti ialah: YUSUF KALLA.
Mengapa?

Kita pernah bertemu langsung dan berbincang-bincang mengenai masalah
Poso dan Nasional, ketika Bapak SBY menerima saya di Istana Negara
Jakarta pada tanggal 28 November 2004. Pada waktu itu saya baru bebas
dari vonis 3 tahun penjara Kasus Konflik Poso. Terimakasih Pak !

Kini perkenankan saya kembali menyampaikan hal yang tentu Bapak SBY
telah memahaminya. Kondisi Kabupaten Poso tahun 2000, 2001 sangat
sulit, termasuk dampaknya terhadap wilayah Parigi, Tojo-Una Una,
Morowali, bahkan Sulawesi dan sekitarnya. Konflik massal antar
komunitas, seakan tak mungkin terhentikan. Seorang korban Konflik Poso
menyatakan dalam bahasa Pamona: “Ri kare popaiso katuwu jamo ndariso,
Lompiu lawi marimbo, ewa damagero lino” (Js.Hokey)

Kondisi itu tentu hanya bisa dirasakan oleh masyarakat yang bertahan
di wilayah Kabupaten Poso, terutama para Korban. Setiap orang yang
masih berpikir waras, pasti sepakat mengakui bahwa peristiwa 
Pertemuan Malino Untuk Poso sangat berarti dan minimal telah
menghentikan konflik masal antar komunitas.

Benar, bahwa pasca-Malino masih terjadi peristiwa-peristiwa pilu yang
tidak terduga, tetapi Sepuluh Butir Kesepakatan Malino untuk Poso
berdampak luas terhadap perbaikan kondisi Kabupaten Poso dan wilayah-
wilayah di sekitarnya.  Bahkan Instruksi Presiden RI untuk Poso
merujuk dan didasarkan kepada isi Deklarasi Malino yang diprakarsai
dan dilakukan langsung oleh Yusuf Kalla.

Kini asam di gunung dan garam di laut kembali bertemu dalam belanga,
seperti pepatah dalam bahasa Pamona: “Podi ri buyu, bure ri tasi
wongi ri kura sangkani-ngkani”  (Js. Hokey). Komunitas Muslim,
Kristen, Hindu dll saling berinteraksi dalam damai. Jika itu tidak
terjadi, bagaimana mungkin dapat beribadah, bekerja, belajar, bergaul,
berjalan, beristirahat dengan wajar ?

Saya terlalu yakin mengatakan, bahwa tanpa penerimaan masyarakat Poso
terhadap Sepuluh Butir Kesepakatan Malino untuk Poso, akibat Konflik
Poso tidak mungkin Bupati Poso yang terpilih tahun 2005, beragama
Kristen. Apalagi soal keamanan, tekanan yang sangat kuat untuk proses
keamanan, penegakan hukum, justru didasarkan kepada Kesepakatan
Malino tersebut. 

Sepuluh Butir Deklarasi Malino membuat semua pihak bergerak, termasuk
TNI, Polri dan penegak hukum. Dari segi dana, berapa yang telah
mengalir ke Kabupaten Poso sejak konflik Poso hingga saat ini? Tanpa
kesepakatan Malino, mustahil dana yang banyak itu mengalir ke
Kabupaten Poso. Jika penyalurannya bermasalah, bukan kesepakatan
Malino yang keliru, tetapi system dan kebobrokan moralitas
pihak-pihak yang menyalurkannya.

Sangat menyedihkan, jika ada pihak-pihak yang menyatakan bahwa dia
atau partainya yang membuat Poso aman, dia yang mengupayakan dana
mengalir ke Kabupaten Poso. Pada hal, dia tidak ada di Poso pada
waktu itu, apa lagi di Malino.

Bahkan dari sisi politis, pada waktu itu Partai Politik nya pun belum
berdiri, termasuk Partai yang Bapak dirikan. Tak seorangpun yang
menganggap dirinya pahlawan. Hanya Tuhan, Allah, Yang Maha Kuasa! 
Jusuf Kalla sendiri menyatakan bahwa Pertemuan Malino adalah Amanah
Tuhan!

Pemulihan masyarakat sangat berkaitan dengan peluang dan kualitas
pendidikan. Hal ini sangat ditekankan oleh Jusuf Kalla. Oleh karena
itu, berbagai sarana pendidikan dibangun mulai dari tingkat dasar
sampai perguruan tinggi, antara lain pembangunan Pesantren Modern di
Tokorondo dan pembangunan Universitas Kristen di Tentena (UNKRIT).
Mengenai proses pembangunan Pesantren di Tokorondo, tentu saudara-
saudara Muslim yang dapat menjelaskannya secara tepat. 

Dalam konteks Universitas Kristen, dengan pola pikir dan pola
tindakan yang cepat, pada tanggal 29 Desember 2007, Jusuf Kalla
mengundang Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen GKST, Bapak Pdt.
Ar. Tobondo, MTh, Pdt. Drs.H.X.Sigilipu, Dr.H.Lumeno, di Istana
Wakil Presiden RI. Dalam pertemuan itu dibahas kebutuhan pembangunan
UNKRIT Tentena. Dana yang disetujui oleh Wakil Presiden RI (Jusuf
Kalla); Rp. 12,5 Miliar.

Pada tahun 2008, direalisasikan Rp. 7,5 Miliar. Wakil Presiden RI
memastikan bahwa pada bulan Juli 2009 akan disalurkan Rp.5 Miliar.
Dana tersebut tersentralisasi dalam Rekening Rektorat UNKRIT. Dalam
proses perjalanan pembangunan UNKRIT, Jusuf Kalla secara pribadi
memberikan bantuan dana Rp. 1 Miliar untuk pembangunan Aula UNKRIT;
dana yang telah direalisasikan Rp. 485 Juta dan sisanya akan
disalurkan sesuai dengan kemajuan pembangunan. Dari dana tersebut,
Rp. 97 Juta membantu Kantor Unkrit dan fasilitasnya.

Seluruh dana tersebut tersentralisasi dalam Rekening Yayasan
Perguruan Tinggi Kristen GKST. Bahkan dalam proses percepatan
Pembangunan Sulteng, diupayakan Rp. 4 Miliar untuk UNKRIT dan
peralatan Teleconfrens Rp. 2 Miliar. Bukan hanya itu, ketika terjadi
masalah dan kelambatan dalam penerbitan Izin Operasional dan
Pembangunan UNKRIT, Jusuf Kalla bertindak cepat dan tegas. Beliau
memanggil Dirjen Pendidikan Tinggi, Prof Dr Satryo Brodjonegoro, Juli
2007. Dan hasilnya, izin tersebut diterbitkan ! Selanjutnya,
pendampingan terhadap UNKRIT dilaksanakan oleh Dirjen Pendidikan
Tinggi yang baru: Dr. Fasli Djalal.

Di Tentena, Jusuf Kalla menyatakan bahwa beliau berharap UNKRIT dapat
berkembang seperti Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, dan
Jusuf Kalla siap untuk mengawal proses tersebut. Berkaitan dengan
itu, masalah pemindahan rumah masyarakat yang ada di Lokasi UNKRIT
adalah tanggungjawab Pemda Poso, sebab dananya telah disalurkan dari
Pusat. Ya, Bapak telah melihat langsung kondisi lokasi UNKRIT. JIKA
JUSUF KALLA TIDAK BERJIWA NASIONAL, TIDAK MUNGKIN JUSUF KALLA
MEMFASILITASI PEMBANGUNAN UNIVERSITAS KRISTEN TENTENA.

Dalam berbagai segi, wilayah Poso akan semakin “terang”. Tetapi kini
kegelapan masih terjadi, karena listrik belum memadai. Ketika, kami
berdebat soal Pembangunan PLTA di Sulewana Kabupaten Poso, dinyatakan
bahwa dalam Perjanjian, jika PLTA telah berfungsi maka PLTA Poso 2
akan menyalurkan dana konpensasi Rp. 12 Miliar per-tahun kepada Pemda
Poso dalam bentuk pajak air dan permukaan, belum termasuk Pajak
Penghasilan, belum termasuk PLTA Poso 1, Poso 3 dan listrik yang akan
didistribusi. Dana tersebut akan masuk ke dalam PAD (Pendapatan Asli
Daerah) Kabupaten Poso. Sekali lagi, dalam hal ini keadilan untuk
rakyat yang diprioritaskan, bukan kepentingan pihak tertentu.

Banyak hal yang telah dilakukan Jusuf Kalla. Siapa sebenarnya
yang telah teruji dan terbukti? Hal yang telah teruji dan hal yang
masih merupakan janji selalu bercampurbaur.  Sekali lagi, terimakasih
atas nasehat Bapak SBY menyatakan: ” Jangan ambil resiko memilih
pemimpin yang belum teruji dan terbukti. Barangkali masih penuh dengan
janji”. JAWABANNYA ADALAH: BAHWA DALAM PROSES PERDAMAIAN DI POSO,
AMBON, MALUKU, ACEH, PEMIMPIN YANG TELAH TERUJI DAN TERBUKTI ADALAH
JUSUF KALLA, sekali lagi: HANYA JUSUF KALLA !!!

Pada bagian akhir surat ini, perkenankan saya bertanya: Mengapa Bapak
SBY sebagai Menkopolkam pada waktu itu tidak hadir dalam proses
Pertemuan Malino? Mengapa hanya Bapak Jusuf Kalla yang memprakarsai
dan memfasilitasi Perdamaian Aceh di Helsinki? Meskipun Bapak Jusuf
Kalla tidak pernah meminta penghargaan, mengapa Bapak tidak
memberikan Penghargaan kepada Bapak Jusuf Kalla atas inisiatif dan
peranannya dalam perdamaian di Poso, Ambon, Maluku, Aceh dll?

Terimakasih atas perkenan Bapak merespons surat ini.

Tentena, 17 Juni 2009

Mantan Narapidana Kasus Poso

Rinaldy Damanik.

Mesale House – Jl. Dr. AC.Kruiyt No.1. Petirodongi- Tentena.

Sumber: Mlis AIPI

Satu Tanggapan

  1. Seharusnya Anda berfikir bung.
    Mengapa anda bisa menjadi narapidana kasus poso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: